SUKABUMI – Dari sebuah kecamatan tenang di Selatan Sukabumi, tepatnya di Bojonggenteng, semangat Para Santri SMAS Unggul Ar-Rahman Pondok Pesantren Ar-Rahman Sukabumi kini sudah menembus batas geografis karena lulusan sekolah ini berhasil diterima di lebih dari 70 universitas bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.
Deretan kampus ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Airlangga (UNAIR) kini menjadi rumah baru bagi Para Alumni SMAS Unggul Ar-Rahman. Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga melanjutkan studi ke luar negeri — seperti di Turki, Yordania, Malaysia, Amerika Serikat hingga Tiongkok (China) — membawa nama Bojonggenteng Sukabumi menuju panggung pendidikan dunia internasional.
Prestasi ini bukan sekedar statistik keberhasilan akademik, melainkan cerminan dari perjalanan panjang pembinaan yang menyeluruh. Di lingkungan Pondok Pesantren Ar-Rahman Sukabumi yang memadukan kurikulum nasional dan kurikulum kepesantrenan yang sarat dengan nilai-nilai religius (agama), para santri ditempa untuk tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam karakter sebagaimana Visinya dalam menghasilkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, dan humanis dengan landasan iman dan taqwa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAS Unggul Ar-Rahman, Ibu Desi Trisnawati, S.Sos.I., M.Pd. menjelaskan bahwa dengan tingkat keterserapan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mencapai 95% dan Sebaran Alumni yang sudah diterima oleh lebih dari 70 Universitas bergengsi baik di dalam maupun luar negeri, SMAS Unggul Ar-Rahman terus membuktikan diri sebagai lembaga pendidikan yang konsisten mengawal potensi setiap santrinya. Melalui program pendampingan akademik dan karier, pembinaan karakter, serta pendekatan personal, SMAS Unggul Ar-Rahman memastikan setiap santri siap bersaing di dunia nyata tanpa kehilangan jati diri mereka.
“Capaian ini menjadi bukti bahwa dari Bojonggenteng, Sukabumi pun, lahir generasi unggul yang siap bersaing di kancah global. Kami tidak hanya menyiapkan santri untuk lulus ujian, tetapi juga menyiapkan mereka untuk menjadi insan beradab dan berdaya guna,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Selain itu, keberhasilan ini juga menegaskan peran penting Pondok Pesantren Ar-Rahman Sukabumi dalam ekosistem pendidikan Indonesia. Di tengah derasnya arus globalisasi, Ponpes Ar-Rahman Sukabumi hadir sebagai contoh bahwa pendidikan berbasis iman, ilmu, dan akhlak mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Pencapaian tersebut menjadi inspirasi bahwa cita-cita besar tak harus lahir dari kota-kota besar. Dari ruang belajar yang sederhana, diiringi semangat dan doa, Santri-santri Pondok Pesantren Ar-Rahman Sukabumi membuktikan: masa depan gemilang bisa dimulai dari Bojonggenteng, Sukabumi — asalkan dibangun dengan tekad, disiplin, dan nilai yang kuat.
“Dari Sukabumi Menuju Panggung Dunia”
SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) di SMAS Unggul Ar-Rahman
SMAS Unggul Ar-Rahman Sukabumi merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Ar-Rahman (LP3 Ar-Rahman) yang mengintegrasikan kurikulum nasional dan kurikulum kepesantrenan. Sekolah ini berkomitmen mencetak generasi berakhlak, berwawasan global, dan siap menjadi pemimpin masa depan.
Berdasarkan informasi dari laman resminya, SMAS Unggul Ar-Rahman Sukabumi sebagai sekolah unggul berbasis pondok pesantren telah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mulai Oktober 2025. Calon santri dan orang tua dapat langsung mengakses seluruh informasi melalui situs resmi SMAS Unggul Ar-Rahman sma.ar-rahman.sch.id atau berkomunikasi di hotline: 0813-1912-1950.
Kesempatan ini menjadi momentum bagi para orang tua untuk memilih lembaga pendidikan yang tidak hanya menekankan pada pengetahuan agama, tetapi juga membekali santri dengan kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan masa depan sebagai generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, dan humanis dengan landasan iman dan taqwa.***









