A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Division by zero

Filename: public/Readmore.php

Line Number: 37

Backtrace:

File: /home/arrah340/public_html/sma/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler

File: /home/arrah340/public_html/sma/index.php
Line: 315
Function: require_once

PROGRAM UNGGULAN | SMAS UNGGUL AR-RAHMAN

SMAS UNGGUL AR-RAHMAN

Jl. Moch Amir Km 9, Kec. Bojonggenteng Parungkuda Kab. Sukabumi Jawa Barat

Membina Generasi Yang Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Humanis

PROGRAM UNGGULAN

Rabu, 18 Oktober 2017 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 77 Kali

Kurikulum Unggulan

Kurikulum Unggulan merupakan paket kurikulum yang disiapkan SMP-SMA UNGGULAN AR-RAHMAN SUKABUMI guna menyiapkan siswa-siswinya agar mampu bersaing tak hanya di tataran lokal tetapi juga pada tataran global. Kurikulum ini disiapkan untuk membekali siswa-siswi dengan keterampilan di atas rata-rata siswa-siswi pada tingkat yang sama. Diharapkan dengan bekal keterampilan ini, siswa-siswi SMP-SMA UNGGULAN AR-RAHMAN memiliki daya saing yang tak kalah dengan lulusan-lulusan sekolah internasional, namun dengan tetap mengedepankan unsur  tingginya keimanan dan ketaqwaan setiap siswa. Kurikulum unggulan yang diprogramkan di SMP-SMA UNGGULAN AR-ARHMAN SUKABUMI antara lain:

  1. Penguatan dan Pendalaman Mata Pelajaran Dasar dan Keahlian Program, (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi)
  2. Penguasaan Bahasa Asing, (Bahasa Arab dan/atau Inggris) secara aktif baik lisan, maupun tulisan yang tersertifikasi secara internasional.
  3. Teknologi Informasi dan Komunikasi, yang dirancang tersertifikasi secara internasional.
  4. Program Tahfidz Al-Qur’an, yang memprogramkan siswa-siswi untuk dapat menghafal minimal 3 juz Al-Qur’an dalam rentang 3 tahun pembelajaran.  Program ini pun disediakan juga untuk siswa-siswi yang memiliki potensi lebih dengan target hafal 30 juz selama 3 tahun pembelajaran.

 

Kurikulum Kepesantrenan

Sebagai sekolah berasrama yang konsep ke-asramaannya mengacu ke model pesantren, muatan materi keagamaan merupakan pengembangan dari mata  pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Standar Kompetensi adalah untuk menyiapkan intelektual muslim yang memiliki kompetensi:

  1. Memiliki keyakinan akidah islamiyah yang lurus
  2. Menjalankan ibadah dengan cara ibadah yang benar
  3. Menunjukkan akhlak yang kokoh
  4. Memiliki wawasan keislaman yang luas
  5. Menyampaikan kebenaran serta dakwah islam dengan penuh semangat

Target utama kurikulum ini adalah untuk menanamkan pemahaman yang aplikatif tentang akhlak terpuji, membekali siswa-siswi dengan keterampilan ibadah, serta kemampuan untuk menyampaikan kebenaran. Kurikulum kepesantrenan SMAS UNGGULAN AR-RAHMAN SUKABUMI memuat beberapa pelajaran sebagai berikut:

  1. Aqidah Akhlak
  2. Fiqh & Muamalah
  3. Al-Qur’an dan Hadits
  4. Bahasa Arab/Mufrodat
  5. Tahfid Al-Qur’an
  6. Tajwid/Tahsin
  7. Tarikh Islam
  8. Nahwu Sharaf
  9. Baca Tulis Al-Qur’an/Mahfudzot
  10. Muhadhoroh
  11. Tausiyah

 

Program Pengembangan Bahasa Arab dan Inggris

  1. Ad-Dirôsah As-Shobâhiyyah (reguler), yaitu suatu pembelajaran yang dilakukan di kelas yang dilakukan secara berkala dan berjenjang dengan materi-materi yang sudah dirancang dan disesuaikan berdasarkan tingkatan kelas. Pembelajaran ini sedikitnya dilakukan 8jp dalam seminggu, Adapun pencapaian kemampuan yang diharapkan dalam proses ini:
  • Kemampuan mengungkapkan kosa kata asing dengan fasih dan benar, serta menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari (mahârotul kalâm).
  • Kemampuan menulis dan merangkai kalimat dengan baik dan benar sesuai kaidah imla’iyyah dan khot (mahârotul kitâbah).
  • Kemampuan membaca dengan cepat, tepat dan fasih sesuai dengan kaidah (mahârotul qirôah).
  • Kemampuan memahami tata bahasa arab (qô’idatunnahwiyyah wa shorfiyyah) dengan baik dan mampu menerapkannya dalam menggali literatur-literatur islam yang bertuliskan bahasa arab, juga mampu menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari (mahârotul qowâ’id).
  1. Al-Hiwârot As-Shobâhiyyah, yaitu kegiatan penerapan dan pembiasaan yang terfokus pada melatih kemampuan siswa agar dapat menghafal model-model percakapan yang sering terjadi, penyampaian informasi, dan lain-lain sesuai dengan tempat dan tema pada umumnya. Kegiatan ini dilakukan setiap hari setelah sholat subuh dengan bimbingan para guru yang dibantu oleh peserta didik pilihan yang sudah terlatih. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah siswa diharapkan mampu berdialog dan bercakap dengan bahasa asing kapanpun, dimanapun dan dengan siapapun dia berbicara.
  2. Ilqôil kalimât, yaitu suatu kegiatan pembiasaan dan pelatihan yang bersifat penerapan secara langsung dengan teknis penyampaian kalimat (al-khitôbah) di depan khalayak umum setelah sholat fardhu atau seminggu sekali dengan durasi yang sudah ditentukan. Oleh karena itu, kegiatan ini dibagi menjadi 2 bagian:
  3. Ilqôil kalimât al-yaumiyyah, yang dilakukan setiap hari, ba’da sholat fardhu.
  4. Ilqôil kalimât al-usbû’iyyah, yang dilakukan seminggu sekali.

Adapun yang diharapkan dalam kegiatan ini adalah:

  • Siswa mampu melatih gaya berbahasa dan retorika yang baik dalam menyampaikan pesan, ajakan dan anjuran dengan seni-seni dan daya tarik tersendiri.
  • Siswa mampu memperkaya kosa kata, bahkan mengerti isi dari setiap kalimat yang disampaikannya.
  • Siswa mampu menulis tulisan bahasa arab dengan baik dan benar.
  • Siswa mampu memahami dan menghafal ayat Al-Qur’an, Hadits dan ungkapan-ungkapan para ulama baik dalam syai’r maupun yang lainnya disertai pelafalan yang baik.
  • Siswa mampu melatih kedisiplinan dan tanggung jawabnya dalam berbahasa.
  1. Al-Masrôhiyyah, yaitu suatu kegiatan pelatihan dan penerapan untuk melatih kecakapan berbahasa dengan mempertontonkan sebuah drama pendek dengan cerita-cerita yang mendidik dan menarik. Kegiatan ini sangat ditentukan oleh kreatifitas peserta didik untuk dapat menentukan, merangkum, menterjemahkan, serta menyusun dialog yang akan dibawakan menjadi sebuah alur cerita sesuai dengan tema yang dapat dipertontonkan. Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam seminggu dengan tujuan sebagai berikut:
  • Meningkatkan kemampuan bahasa siswa dalam menyampaikan pesan, bertanya, menjawab, mengungkapkan gagasan, ide, serta retorika berbicara yang baik sesuai isi yang disampaikan.
  • Meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis, membuat kalimat, serta merubah strukturnya sesuai keinginan sendiri tanpa mengabaikan kaidah-kaidah yang berlaku.
  • Melatih mental siswa agar berani tampil di depan khalayak umum, untuk berbicara, menyampaikan atau menginformasikan hal-hal penting apabila terjun di masyarakat kelak.
  1. Al-Musyâhadah wa As-Sima’ah, yaitu suatu kegiatan menonton, menyimak atau menyaksikan dari sebuah film, cerita, atau pidato dan lain-lain, yang kemudian disampaikan kembali, baik secara lisan maupun tulisan dan diserahkan kepada musyrif al-lughoh untuk diperiksa dan dinilai. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kecakapan siswa dalam mendengarkan kosa kata asing secara teliti dan menerapkannya dalam tulisan, agar mampu menyelaraskan antara apa yang didengar dengan apa yang ditulis. Kegiatan ini sedikitnya dilakukan seminggu sekali.
  2. Al-Unsyudah, yaitu kegiatan penerapan yang dilakukan oleh siswa dengan melantunkan syair-syair atau nasyid dengan irama. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih kafasihan dalam pengucapan kalimat serta memberikan wawasan kesusastraan terkait bahasa itu sendiri. Kegiatan ini dilakukan berkelompok atau sendiri, sedikitnya seminggu sekali.
  3. Al-Musâbaqoh awil Mubâroyah,yaitu perlombaan-perlombaan yang berkaitan dengan pengembangan kecakapan berbahasa, mulai dari perlombaan Masrohiyyah, Ilqôil kalimât, Al-Unsyudah, pembacaan sya’ir, menulis cerpen, mengarang dan lain-lain sebagainya.
  4. Tadbîru Al-majallât al-hâitiyyah, yaitu suatu kegiatan pengelolaan majalah dinding yang dilakukan oleh siswa dengan karya-karya tulis, pengumuman, pesan-pesan, gagasan dan ide, saran ataupun kritikan bertuliskan Arab/Inggris dan dikelola semenarik mungkin, sehingga menarik perhatian dan minat pembaca, di bawah pengawasan penuh dari para guru. Kegiatan ini bertujuan melatih dan meningkatkan kemampuan menulis, menterjemahkan, membaca dan menyampaikan informasi dalam bentuk tulisan dan menggunakan bahasa baik dan benat. Al-majallât al-hâitiyyah ini diharapkan bisa terbit minimal sebulan sekali.
  5. Tasmiyyatul Amâkînil ‘Ammah wal Muhimmah, yaitu satu kegiatan penamaan tempat-tempat umum dan penting dengan menggunakan bahasa Arab atau Inggris. Hal ini bertujuan untuk membiasakan semua civitas akademika LP3 Ar-Rahman memahami lingkungannya dengan penamaan-penamaan baru berbahasakan asing dan untuk membentuk terciptanya lingkungan bahasa yang baik.

 

Program Pengembangan Tahfidz Al-Qur’an

Dalam menjalankan proses pembelajarannya SMAS Unggulan Ar-rahman menggunakan Kurikulum Nasional dan kurikulum khas SMAS Unggulan Ar-rahman. Hanya saja dalam struktur kurikulum kelas tahfidz  memiliki  penambahan (keunggulan), baik segi kuantitatif (keunggulan komparatif) maupun kualitatif (keunggulan kompetitif) khususnya dalam bidang membaca, menghafal dan memahami al quran. Penambahan keunggulan tersebut antara lain :

a. Mata pelajaran menghafal 3 jam pelajaran setiap  hari untuk membaca di hadapan guru.

        Sebagai bahan evaluasi dari program tersebut  diadakan kegiatan yang meliputi :

  1. TES BACA, sebagai evaluasi bagi siswa yg sudah menyetorkan hafalan baru sebanyak minimal 20 halaman
  2. TES AYAT, sebagai follow up dari hasil evaluasi tes baca yang sudah mencapai 20 halaman (1juz)
  3. UJIAN AKHIR PERIODE, dilaksanakan per- 3 bulan sekali, materi yang diujikan adalah seluruh hafalan yang sudah disetorkan. Ujian ini berbentuk ujian lisan dengan 4 pertanyaan yang menitikberatkan pada 4 aspek penilaian yaitu : tajwid, fashohah, ketepatan & kelancaran
  4. WISUDA, dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, kegiatan ini merupakan tolak ukur keberhasilan siswa dalam menyelesaikan hafalan 1 juz
  5. Evaluasi pembelajaran terdiri dari UTS (Ujian Tengah Semester) dan UAS (Ulangan Akhir Semester).
  6. Penggabungan mata pelajaran Agama kurikulum Kemenag dan Pesantren ( fiqih, aqidah, akhlaq, BTQ, Imla, nahwu, shorof).

b. Proses pembelajaran merupakan faktor yang paling mendasar dalam mencapai tujuan program pendidikan. Proses pembelajaran di Kelas tahfidz antara lain :

  1. KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
  2. Pembelajaran berkelompok, 1 kelompok 5-7 anak.
  3. 1 kelompok 1 guru pembimbing tahfidz
  4. Keterampilan berbahasa Arab siswa melalui pembiasaan  .
  5. Metode Pembelajaran menggunakan metode Students Activedan Cooperative Learning, dimana siswa diberikan kesempatan berekspresi dan berkreasi sehingga menumbuhkan pribadi yang aktif, kreatif, inovatif, mandiri dan dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Keagamaan
  7. Bimbingan ibadah dan  amalan yaumiyah dipantau melalui buku penghubung untuk mengetahui kegiatan siswa di Asrama dan di sekolah
  8. Memberikan teori dan praktek Ilmu Tajwid dan Ghoribul Qiroah
  9. Memberikan teori dan praktek tentang cara menulis huruf  Arab dan Pego
  10. Untuk meningkatkan SQ dilaksanakan program :
  • Sholat wajib  berjamaah & berzikir sesudah sholat
  • Sholat dhuha, tahajud, tausiyah

c. Metode Pembelajaran

Dalam mengajar menghafal al Qur an tidaklah sama dan semudah mengajar pelajaran yang lain. Oleh karena itu digunakanlah berbagai metode di dalam belajar dan mengajar menghafal al Qur an yang antara lain:

  1. Metode Musyafahah ( Face to face)

        Pada prinsipnya metode ini bisa dilakukan melalui tiga cara :

  • Guru membaca, murid mendengarkan dan sebaliknya
  • Guru membaca dan murid mendengarkan
  • Murid membaca dan guru mendengarkan

 

2. Metode Resitasi

Guru memberi tugas kepada santri untuk menghafal beberapa ayat atau halaman sampai hafal betul, kemudian murid membaca halamannya di muka guru

3. Metode Takrir

Murid mengulang-ulang hafalan yang diperoleh, kemudian hafalannya dimuka guru.

4. Metode Mudarrosah

Semua murid menghafal secara bergantian dan berurutan secara bergantian dan yang lain mendengarkan/menyimak.

Dalam prateknya mudarrosah ini ada tiga cara :

- Mudarrosah ayatan

   Yaitu seorang murid membaca satu ayat kemudian diteruskan murid lain

- Mudarrosah perhalaman (pojokan)

  Yaitu seorang murid membaca satu halaman kemudian dilanjutkan murid yang     lain

- Mudarrosah perempatan (seperempat juz)

  Yaitu setiap murid membaca seperempat juz atau 5 halaman, kemudian      diteruskan oleh murid yang lainnya. Dan apabila telah lancer betul dapat  dilanjutkan mudarrosah setengah juz/dan seterudnya.

5. Metode Test

Metode ini digunakan untuk mengetahui ketepatan dan kelancaran hafalan murid dengan setor hafalan kepada seorang Ustad atau yang ditunjuk sebagai tim penguji.

...

Suwandi, SE.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,   Puji syukur kami panjatkan kehadirat ALLAH SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga SMAS UNGGULAN AR-RAHMAN…

Selengkapnya